Follow Me

Senin, 24 Februari 2020

Indahnya Alam dan Budaya Waerebo

Salam Jelajah..

Kali ini aku mau membagikan pengalaman aku dan teman-teman saat ke Waerebo, Manggarai, NTT.


Kampung Waerebo, Manggarai, NTT


Perjalanan kami ke Waerebo di mulai dari Labuan Bajo mengunakan mobil kerana jika mengunakan motor terlalu berbahaya, cuaca sekitar Waerebo suka berganti-ganti dan jarak Labuan Bajo ke Waerebo cukup jauh.

Kami sewa mobil+bensin+driver untuk 2 hari dengan harga Rp.1,500,000 dengan kapasitas maksimal mobil 8 orang.

Baru sebagian perjalanan hujan dan kabut sudah mulai turun dan jalan mulai licin, jika kalian ingin mengunkan motor harus sedia jas hujan dan pastikan kondisi motor bagus dan di sarankan motor besar seperti Nmax dan setype lebih aman.

Kondisi Cuaca Manggarai Barat

Di sepanjang perjalanan kami melihat bukit dan bermacam satwa dan tumbuhan yang pasti membuat perjalanan kami tidak membosankan.

Jarak dari Labuan Bajo ke Waerebo di tempuh waktu 4-5 jam dan bisa lebih lama lagi jika kami melewati jalur Ruteng yang biasa di lewati turis.

Jalur Hijau yang Kami Lewati

Karena kami melewati jalur dekat garis pantai membuat kami banyak melewati pantai dan melewati 1 pulau yang bener-bener indah yaitu Pulau Mules.

Pulau Mules, Manggarai, NTT



Pantai di Repi, Lembor Manggarai, NTT


Setalah melakukan perjalanan kurang lebih 4-5 jam kami sampai di Dange, Denge adalah batas kendaraan diperbolehkan masuk oleh masyarakat sekitar.

Dari Dange kita melanjutkan perjalaan dengan ojek motor sekitar 15 menit dengan medan yang lebih terjal menuju Wae Lomba (Post 1).


Dange, Manggarai, NTT

Wae Lomba (Post 1)

Dari Wae Lomba (Post 1) kami akan memulai Tracking menuju Kampung Waerebo.

Waktu Tracking  kurang lebih 2 sampai 3 jam dan akan melewati 2 post lagi yaitu Ponco Roko (Post 2) dan Nampe Bakok (Post 3) dan barulah sampai rumah Kasih Ibu (Pintu masuk kampung Waerebo).

Tracking ke kampung Waerebo

Ponco Roko (Post2)

Jalur yang lumayan berat adalah dari Wae Lomba (Post 1) ke Ponco Roko (Post 2) dan Ponco Roko (post 2) ke Nampe Bakok (Post 3) karena kami selalu menanjak membuat kami mudah kelelahan.

Dari Nampe Bakok (Post 3) ke Rumah Kasih Ibu kami melewati jalur yang sedikit menurun mebuat kami tidak terlalu lelah.

Nampe Bokok (Post 3)

Pemandangan Nampe Bakok


Sesampai di rumah Kasih Ibu kami harus membunyikan alat "Tambuh Bamboo" bertanda kami akan masuk ke dalam kampung Waerebo.

Alat musik Tabuh Bamboo

Setelah membunyikan alat musik kami turun ke kampung lalu di sambut salah satu warga lalu diantar ke rumah Niang Gendang untuk melakukan Waelu'u atau upacara penghormatan kepada leluhur, setelah itu barulah kami di perkenankan untuk beraktivitas di kampung Waerebo.

Lalu kami di atar ke rumah Niang untuk meletakan barang dan mencoba kopi khas Waerebo.

Rumah Niang Gendang

Mama lagi membuat Tenun


Setalah itu kami bekeliling kampung untuk melihat aktivitas masayarakat dan bermain bersama anak-anak Waerebo.



Anak-Anak Waerebo

Di sore hari Kabut sudah mulai turun  dan dinginnya udara sudah mulai berasa di kulit, kamipun masuk ke Rumah Niang untuk Menghangatkan tubuh dan menunggu makan malam, setelah makan malam kami lalu istirahat menunggu esok pagi.

Di dalam Rumah Niang yang kami inapi ada satu buku besar tetang sejarah Waerebo dari bentuk Rumah adat, dan sampai kenapa mereka tinggal di dataran tinggi Manggarai.

Kampung Waerebo, Manggarai, NTT

Niang Gena Mandok

Niang Gena Maro


Pagi hari jam 8.30 kami turun setalah sarapan pagi dan pamit ke masyarakat untuk pulang.

Di dalam hatiku ingin balik ke sini lagi karena mereka mengganggap kami sudah seperti keluarga mereka dan aku akan rindu dengan ceria muka anak-anak Waerebo❤.

Oma Waerebo


Tengah (Ketua Adat Waerebo)




Info
•Makan malam jam 7-8 malam
•Makan pagi jam 7 pagi
•Listrik akan hidup saat malam tiba dan mati jam 9-10 malam



Biaya yang kami keluarkan 
• Sewa mobil include supir dan bensin PP (Labuan Bajo-Waerebo).
Rp.1,500,000 Pergroub atau Rp.250,000 Perorang

• Ojek dari Dange ke Wae Lomba (post 1) dan jas hujan.
Rp.55,000 Perorang

• Tongkat (Tidak wajib sewa jika tidak membutuhkan tapi menurut aku itu sangat membatu saat tracking).
Rp.10,000 Perorang

•Uang suka rela penyambutan tamu di berikan ke ketua adat.
Rp.100,000 Pergroub atau  Rp.17,000 Perorang

• Menginap di rumah Niang dan makan malam dan pagi.
Rp.325,000 Perorang

• Ojek dari Wae Lomba (Post 1) ke Dange.
Rp.35,000 perorang

Total Perorang = Rp.692,000


Kontak Driver : 085102520193 (Sipri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nusa Penida keindahan lainya dari Bali

Salam Jelajah!!! Bali selalu menyimpan keindahan yang tiada ahir. Kali ini aku mau membagikan pengalaman aku explore di Nusa Penid...